DI BALIK KERASNYA KEHIDUPAN

 Bab 7  SAAT CINTA MULAI BERSEMI

Yatno;Ada Dong Infonya Kalau Kamu Ada Kedekatan dengan Anak Kampung Sebelah,aku dengar Juga Waktu Munggahan kan Minggunya Hujan Deras ,La besoknya Sehari Sebelum Puasa Aku Samperin Kamu Mau ku Ajak Munggahan Kamunya udah gak Ada Cuma Tetanggamu Bilang nak Sapto Tadi Keluar Pagi pagi Sekali Sama Cewek Naik Motor.Nah Lo Kenalin Dong...!

Sapto: Oh Itu Cma Temen ko Yat...!

Yatno: Temen Apa Temen ...?yatno Sambil Tertawa ,emang Cewek

Kamu Siapa namanya?

Sapto : Entar Kamu Tau Sendiri Biasa Suka datang kemari jajan di sini

Yatno: Oh ya kok Aku ngak ngeh Padahal aku Hari hari sama jajan minum kopi di warungmu.

Selang Beberapa Waktu Kemudian Datang Lah Sang bidadari pujaan hati.

Sapto pun berucap: Tuh Dia datang

Sang Gadis dengan mengendarai Sepeda motor Dan memarkirkannya di pinggir Warung

Sang Gadis Langsung Menyapa: Bagai Mana kabarnya kak,maaf Ya Kak Aku Terburu buru, cuma mau ngasih Kabar kalau Hari Ini Aku Mau Pergi Sama Ayah Dan Ibu gak lama kok paling satu minggu

Sapto pun menjawab:alhamdulillah baik emang kamu mau pergi Kemana dik ?

Ke Bandung kak,Nenek ku di bandung Sakit,Paman dan Bibi yang Biasa Rawat Sakit pula jadi gantian Rawat nenek.

"Oh gitu yah Hati hati di Jalan,Semoga selamat Sampai Tujuan .oh...ya ngenalin ni temanku Yatno Sambil Melirik ke yatno

Yatno pun mendekat dan Berkenalan.

Kak Aku Pamit Dulu Ya kontek kontek aja kalau ada hal penting.Ucap Sang Gadis.

Sang Gadis pun akhirnya Pergi meninggalkan mereka.

Setelah kepergian Sang Gadis

Yatno:Cantik bener Cewek mu to,perhatian banget lagi kalau cewekku Pergi ke mana mana gak pernah Berpesan seperti ini kamu beruntung sekali dapetin cewek secantik dia

Sapto : Ah kamu bisa aja,baru juga pendekatan ko yat

Yatno:Pendekatan apa dia mah udah kecantol Sama lu to

O yah to aku pulang dulu ya...!,lupa babehku suruh bantuin kerja malah asik ngobrol

Oke to di tinggal dulu.

Akhirnya yatno pun bergegas Pergi Meninggalkan Warung Kediaman Sapto.

Seperti biasa Sapto dengan Aktivitasnya mengelola Warung Sang Ayah Dari Pagi Siang Malam Sapto ini Memang Tak Kenal Lelah terus dan Terus Tiada Hari Mencari Demi mencukupi Kebutuhan Keluarga Terutama Ibu Dan Adik Adiknya

Apalagi Semenjak Kepergian Sang Pujaan Hati Sapto Lebih pokus di pekerjaan Pagi hari sekali jam 05.30 Sudah buka karena Sebelum Subuh Sudah berangkat belanja Sementara Tutup Hampir Rata rata tengah malam.

Selang 5 Hari kepergian Sang Gadis Sapto Di kagetkan dengan Kedatangan Sang Ayah Gak Biasanya datang menemuinya lebih cepat soalnys biasa jadwalnya 2 minggu Sekali ,namun buat sapto gak menjadi persoalan jikalau urusannya mengenai Warung yang ia kelola.

Sapto:Bapak apa kabar pak ?

Sang Ayah : Alhamdulillah baik to ,kamu Sebaliknya

"Alhamdulillah Sehat pak Kenapa Gak Biasanya Biasa Dua Minggu sekali Bapak ke sini.?tanya Sapto

",ini To Bapak ada yang Mau Bicarain Sama kamu tapi Nanti aja malam Sehabis Warung Kita Tutup,jawab Sang Ayah

"Oh Iya Pak, Sapto menyahut sambil bingung apa yang hendak Sang Ayah bicarakan takutnya Sang Ayah Mengetahui Tentang Hubungannya dengan Sang Gadis.

Sampailah Saat Malam Tiba Dan Warung Pun Sudah Tutup Karena Ada Sang Ayah Sapto Pun Tutup Lebih Awal Sekitar jam Sepuluh Malam Sudah Tutup, apalagi Sang Ayah Berpesan ada yang mesti di bicarakan dengannya malam itu

"Begini nak kakak mu kan Sudah Berkeluarga Kasihan dia masih numpang sana numpang sini, rencana Bapak Warung ini Biar dia bayar  supaya memiliki tempat dan Usaha Sendiri, Sementara untuk kamu sendiri ke Tempat kakak kamu khos ,roda juga peralatan jualan tersedia  itu free buat kamu tempat mangkal Semuanya Termasuk resep cara jualan nanti kakak kamu yang nunjukin.kata Sang Ayah

"Oh Iya Pak Bagaimana baiknya saja aku ikut aja bagaimana  keputusan Bapak,Jawab Sapto

Sapto memang anak yang turut patuh Sama Orang Tua jadi Tak Sedikit pun ada penolakan padahal posisi di situ dia Sudah enak bisa menabung bisa mencukupi kebutuhannya sehari hari

"mulai besok kamu bisa Berangkat ke tempat kakak kamu untuk survei dulu Supaya tahu cara bikin resep bahan cara olehnya sampai cara jualannya,biar Sementara di Sini Bapak yang jaga,Bapak Sudah berbicara dengan kakak kamu jangan dulu di tinggal Sebelum kamu menguasai Semuanya, intinya kamu sudah bisa di andaikan.

Oh ,iya pak.Sahut Sapto

Keesokan  Harinya Sapto setelah meminta alamat dari Sang Ayah Alamat Kakaknya,Dia pun pergi .

Sampailah Di alamat Sang kakak di Kampung Cikuman Kelurahan Kotanyari Banjarsari.

Sejak Saat itu Sapto pun Belajar Berjualan Makanan dengan roda kakilima ,

Sapto Memang orangnya Cerdas dan Pintar sekali baik mulai cara membuat dagangannya juga memikat pelanggan, dua Hari Saja Dia bisa menjual atau Memasarkan cukup lumayan banyak barang yang di jajakannya.Tiga Hari kemudian Kakaknya beserta anak  istrinya  pergi ke Pangandaran untuk meneruskan  Warung Yang Biasa Di kelola Sapto,Sementara Sapto menetap di Banjarsari meneruskan  Perjalanan Sang Kakak Sebagai Pedagang Kaki Lima.

Semassa itu dia pergi berpindah gak Sempat Memberi kabar kepada Kekasihnya karena Saat itu Masih Berada Di Bandung.

Namun Sapto Berkeyakinan bahwa kekasihnya suatu Saat akan Menemuinya.

Tiga Bulan Sudah Berlalu dan menetap di tempat Barunya Sapto merantau dia merasa Minder juga jikalau ketemu Sang Kekasih makanya selama ini tak pernah menemui Sang Gadis Pujaan hatinya karena Posisinya cuma Sebagai Pedagsng Kaki Lima.

Padahal Sang Gadis tidak melihat Dari sisi Pekerjaan atau pun Kekayaan Kasta dan Lainnya ,karena Sang Gadis Memang Tulus Mencintainya.

Saat itu Sapto Pulang Berjualan sekitaran pukul Sepuluh Pagi Dia Di Kagetkan dengan Dua Orang Perempuan Yang Lagi Duduk duduk Ngobrol di depan Rumah yang Di sewanya. Ternyata Sang Gadis pujaan hatinya Bersama Temannya Bernama Aisyah.

Sapto terlihat seperti malu untuk berhadapan dengan Sang kekasih Namanya habis jualan Pakaian Berkeringat Lusuh Kumel namun Sang Gadis menyambutnya dengan bersalaman dan Memeluk Sapto dengan Segala kerinduannya sudah tak memperdulikan di sekitarnya Temannya juga Sapto yang masih berkeringat.

Sapto membuka pintu dan Mempersilahkannya masuk ,setelah menyajikan Teh Manis untuk mereka Berdua sapto pun Ke kamar mandi ,Seusai mandi baru Sapto pun menghampiri mereka.

Lalu Mereka Ngobrol  Sang Gadis menceritakan saat Berada di Bandung Juga kerinduannya kepada Sapto Waktu Di sana,Sampai akhirnya Di Pangandaran dia kaget Waktu menemui Sapto di Warung Eh Ternyata Sapto Sudah berpindah,

BERSAMBUNG...!

Komentar