DI BALIK KERASNYA KEHIDUPAN
Bab 4 CINTA PERTAMA
Kala Itu Pagi Yang Cerah Matahari Bersinar Terang,Sapto Yang Semalaman Terjaga Dari Tidurnya Wakau pun masih Terlihat Suntuk ia Bergegas mandi karena Akan Bertemu dengan Sang Pujaan Hati.
Sejak Mengantarkan Gadis idaman Bernama Mariam dia Sering Melamun sendiri tertawa Sendiri bukan mengalami gangguan jiwa namun ia mengalami Puber Perdana.
Setelah Selesai mandi berpandangan ala kadarnya eh pas lihat di Cermin Emang Ganteng Juga Si Sapto ini ,Hidung Mancung Kulit Sawo matang ke kuning Kuningan Sorot mata tajam Badan gak lembek gagah deh pokoknya.Dia sengaja melibatkan diri karena Punya Janji dengan pujaan Hati untuk Menyambut acara Munggahan.
Kira kira jam Tujuh lewat tiga puluh menit Suara motor pun Berhenti pas tepat di Depan Warung Ayahnya Sapto Tak Lama kemudian suara pintu di ketuk dan bersalam Sapto pun Segera menjawab Salam eh ternyata eh ternyata pas buka pintu Senyum Manis Sang Gadis menghiasi Cerahnya Hari
"Ayo kak Sudah Siap? ,Tanya Sang Gadis
Saptu Terpukau dengan Kecantikan Gadis itu Serasa tak mampu menjawab hanya memandang Wajah Ayu Sang Gadis
"Kakak ini gi mana Udah Siap? Ulang Sang Gadis
"Si Si Siap... Jawab Sapto
Kakak kenapa Sakit kah?
Engga...Jawab Sapto
Ayo Berangkat Entar ke buru siang,Gadis berucap Sambil menyodorkan Kunci Motornya
Kamu Saja di depan...tugas Sapto
Widih Mana ada Cewek Bonceng Cowok Si gadis menjawab Sambil Tertawa
Akhirnya Sapto mun naik di depan pegang Kendali Dan Mereka Berdua Pun Pergi mengendarai motor milik Sang Gadis
"Kemana nih...? Tanya Sapto
"Kemana Aja terserah kakak,Kemana Kakak mau aku ikut ,jawab Sang Gadis
"Ih... Kamu ini bagaimana Yang Ajak Keluar itu kan Kamu masa Jadi aku Yang harus pilih Tujuan
"Pokoknya Hari ini hari yang Khusus buat Kakak Kemana Kakak mau kemana Kakak suka aku ikut titik.Tegas Sang Gadis
Akhirnya Sapto pun ngambil inisiatif
"Gimana kalau Ke Wahana Wisata Lembah Putri Sekalian Main Ke Tempat Paman soalnya Rumah Pamanku di Lokasi Wisata itu ,?
"Mana mana pokoknya aku akan ikut kemana Kakak Suka,jawab Sang Gadis
" Banyak Sekali Bawaannya ,pakaian saling kah?
"Pakaian Salin Juga Perlengkapan Bahan Makanan Perabotan Camping pokoknya Komplit deh ,jawab Sang Gadis
"Duh jadi ngerepotin ni harusnya aku yang Siapin .sapto
"Sudah pokoknya senantiasa Kakak Aku Siapin Makanan Yang Lezat pasakan aku loh bukan kaleng kaleng asli Spesial buat Kakak.
Setelah Tiba di pintu masuk Saptu hanyam membunyikan kelakson akhirnya mereka pun masuk dengan tanpa membeli tiket .Si gadis heran
" kenapa Gak di tagih karcis kak
" Engga lah Kan tadi Sudah Karcisnya dengan Suara Klakson he he...
Sampai Juga akhirnya di muka rumah Pak Wahid Pamannya Sapto.
Sapto bergegas turun memarkirkan motornya dan membereskan bawaan Sang Gadis.Belum Sempat Memberi Salam dan ketuk pintu eh rupanya Tuan rumah udah nongol duluan.
"Kira Aku Siapa Gimana To Sehat? Tanya Sang Paman
Sama Siapa kamu bawa perempuan?
"Alhamdulillah Sehat Paman,Paman Gimana juga kabarnya Lama sekali Paman Gak Singgah di Warung Bapak,itu Sama teman Paman
Jawab Sapto
Si gadis pun langsung mendekat dan berjabat Tangan Dengan Pamannya Sapto Sambil memperkenalkan diri
"Mari masuk... Ajak Sang Paman
Akhirnya mereka pun masuk ke rumah Paman.Bercerita Sejenak dengan Sang Paman.
"Begini Paman Saya mau Ikut Masak Di Sini kebetulan sudah Bawa bahan Makanannya ,terus mau Sekalian Main di Pantai Sini.
"Kamu Main aja dulu gih Biar Paman Yang Urus Semuanya .tugas Sang Paman
Sapto melirik Sang Gadis, Sang Gadis pun ikut nimbrung
"Biar aku aku Saja yang Masak Kasian jadi ngerepotin
"Enggak Tenang Aja Paman Biasa Hidup Sendiri Biasa Masak Sendiri pokoknya neng Terima Beres Tinggal makan,sudah kalau mau ke pantai berangkat aja dulu nanti selang satu Jam Kemari .
Akhirnya Mereka Berdua Pun Pergi Berjalan Menuju pantai dengan membawa Tikar kecil Sang Gadis Pamit pada Sang Paman.
Sampai Di sana Tikar di gekarmereka pun duduk di Pinggir Pantai Melihat Pemandangan alam Yang Begitu Indah dengan Deburan Ombak,angin Laut Yang Sepoi sepoi di tempat teduh Di bawah Pohon Ketapang.
Keduanya Bercerita tentang pengalaman hidup masing masing.Sampai Pada akhirnya Sapto menanyakan satu hal
"Boleh nanya Serius ni de...?
"Tanya Soal Apa kak...?jawab Sang Gadis
Tertekan Sejenak Sapto Tenggorokan Terasa Kering Mau bicara Serasa berat tapi kemudian berucap
"Terus Terang Dik dari pertama berjumpa Aku kok lain ke kamu?
"Maksudnya ...Tanya Sang Gadis
"Apalagi Setelah antar kamu waktu hujan kemarin percaya gak aku gak bisa tidur Kepikiran kamu terus
"Yey mulai ngegombal ni Kakak rupanya ,elak Sang Gadis
"Sampai sampai Aku ngerasa Lama Sekali nunggu Pagi Rasa rasa pingin cepat bertemu Kamu
"Mulai nih sudah ah aku pulang ni... Si Gadis Sengaja menggoda Sapto
"Beneran Nih aku bukan mengada ada... Sambil menatap laut Sapto Seperti Seolah Tak Berdaya di Hadapan Sang Gadis
"Kamu Suka Aku gak,tanya Sang Gadis
"Kalau Kamu Gimana... Sapto malah Balik Tanya
"Kakak jawab dulu baru aku
"Andai Saja Adik Menyukaiku bisa menerimaku apa adanya Tentunya aku Sangat Menyayangimu...Sambil menghela napas Sapto Lega juga Saat menyampaikan apa yang di rasakannya Selama ini.
"Kak,kakak Tau gak sebenarnya ini yang aku tunggu selama ini ,ungkapan Kakak bukan Hanya Cerita Seseorang Tentang Kakak,Terang Sang Gadis
"Emang Adik Pernah dengar dari siapa tentang Aku ke Kamu...Tanya Sapto
"Mungkin Kakak pernah curhat ke siapa hayo...?
Oh Supyan Adiknya Surya
"Itu Kakak juga ingat makanya aku ajak Kakak jalan Sebenarnya Aku Penasaran apa benar yang dia Kabarkan apa hanya Harapan Aku Saja Yang terlalu PD untuk bisa dekat dengan Kakak.
"Jadi gimana nih aku di terima...?Tanya Sapto
"Ya Kalau udah begini terpaksa deh aku terima ,Sambil Tertawa Sang Gadis sesekali melempar Senyuman manis hingga Sapto terperanga dengan pesona Senyum Manis Sang Gadis.
"Gini aja kak kalau Ketemu Teman Kakak ,Aku mohon jangan Cerita tentang Kita Tentang Hubungan Kita,di hadapan Mereka Seolah olah cuma berteman Saja...
Sapto pun menganggukan Kepala
"Tenang Aja kalau kakak pingin bertemu ,pintu rumahku Selalu Terbuka untuk Kakak
Bahagia Tak Terhingga Sapto Saat Itu, Sampai Tak Sadar Sapto Memeluk erat Sang Pujaan Hati Sambil mencium Kening Sang Gadis,begitu pula Sang Gadis pun balas Memeluk Erat Tubuh Sapto dengan mengeluh elu dada Sapto.Gak Terasa Mereka berdua Sudah Lebih Satu Jam berada di Pantai .
Hingga Tak Sadar Kalau Di Hadapannya Sang Paman Berdiri memanggil mereka Untuk makan...
Akhirnya...
BERSAMBUNG...
Komentar
Posting Komentar