Di Balik Kerasnya Kehidupan
Bab 6 CINTA MULAI TERJALIN
"Kalau umpama Ada dan dirasa Cukup Uangnya Bapak besok Juga Pulang lagi ke kampung... Kata Sang Ayah
"Di hitung Aja Dulu Pak, Soalnya Sudah Saya Pisahin modal ada di laci Sementara Untuk Hasil Jualan Ada Di Buku Sekalian Catatan Pendapatan Keuangannya.
"Oh Iya Nanti Bapak Periksa Mudah mudahan Cukup
",Iya Pak Ambil aja kalau memang Di Perlukan Yang Penting uang Modal tetap Ada...Tegas Sapto
Malam Harinya Setelah Warung Tutup Sang Ayah Memeriksa Keuangan Syukur Alhamdulillah Uangnya Mencukupi untuk Keperluannya Di Kampung.Tanpa Menunggu Lama Ayah Sapto pun Ke esokan Harinya Bergegas bertolak Ke Kampung.
Sapto pun Melanjutkan Perjuangan Sang Ayah Memutarkan Modal Yang Ada Demi Mencukupi Kebutuhan Hidup Keluarga.
Karena Baginya Keluarga adalah segalanya bagi Sapto.
Malam Minggu Tiba Saatnya Wakuncar jam Sembilan Malam Sapto pun Menutup Warungnya Demi Dapat Berkunjung Ke Rumah Sang Gadis menemui Sang pujaan hati yang Tempo Hari Mengundangnya untuk datang di Malam itu .
Setelah Berdandan rapi Sapto pun Mengunci Rumahnya berjalan menuju Rumah Sagadis.Di Tengah Perjalanan Dia ketemu Temannya Rudi
"Eh To Kemana Malam malam Begini Ngak Biasanya lewat di mari...!
Terkejut Sapto Waktu Di tanya mungkin dia Berjalan Sambil Melamun Rupanya ,Lalu Sapto pun Menjawab
" Rud Kira Siapa Kaget aku,Mau Ke Rumahnya Pak RT lah Kamu Mau Kemana?
" Biasalah Malam Minguan Anak Muda Ya Kencan Lah ,Sahut Rudi
"Oh Gitu Ya...jawab Sapto
"Ya iyalah kunjung pacar Masa Malam mingguan Kencan Dengan Pak RT Wkwkwk...Rudi Meledek Sapto
"Aku Pergi dulu Ya rud...Ucap Sapto
"Ya Ya Ya...Silahkan ,jawab Rudi
Akhirnya Sapto pun Melanjutkan Perjalanan .Sampailah Di Halaman Rumah Sang Gadis Sapto mulai Gelisah Keringat Bercucuran Jantung Dag dig duk kencang Perasan Sabil waktu itu antara Mau dan Malu rupanya Berperang.Akhirnya Malu Tersingkir Kemauan Yang Timbul menggabungkan gebu.
Akhirnya Sapto Pun Memberanikan Diri Untuk Mengetuk Pintu Dan Bersalam,Rupanya Sang Gadis Pun Menunggu Lama Kedatangan Sapto Sambutan Salam pun Sang Gadis Ternyata Yang Menjawab.
Sang Gadis Membukakan Pintu Mempersilahkan Sapto Untuk Duduk, Sapto pun duduk Sang Gadis Langsung Ke dapur Membawa Secangkir Kopi Hangat Makanan Buah Buahan mah Memang Sudah Tersedia.
"Silahkan di minum kak
"Iya Terima kasih, Ngomong ngomong pada Kemana Kok Sepi amat ? Tanya Sapto
"Ayah Sementara Tugas Di Jakarta, Ibu Belum Pulang lagi Kondangan ,Kalo Kakak lagi Ke luar.Sahut Sang Gadis
"Oh Jadi Kamu Sendirian Dong...?
"Enggak Lah Berdua...ucap Si gadis .Sapto pun langsung melihat lihat Sekitar Ruangan Itu tak Satu Orang Pun di temuinya di ruangan tersebut kecuali sang gadis.
"gak ada orang kok ...!berdua sama siapa...? Tanya Sapto
"Ya Sama Kamu Lah...,,Tegas Sang Gadis Sambil Terseyum
Sapto Pun akhirnya tertawa gak ngeh kalau Sang Gadis Bercanda.
"Bisa bisa aja kamu ih dasar nakal...?sapto .
"Kak Kok Lama sekali aku tunggu dari isa lo ,kira kakak gak mau datang...,! Sang Gadis.
"Aku Kan Jaga Warung jadi gak bisa datang cepat maaf Ya dik gak marah kan...?sapto
"Gak apa apa sih Kak bagi aku yang Penting Kakak datang, terima Kasih ya kak udah ngerepotin juga ganggu Waktunya.sang Gadis.
"Dik percayalah Kalau Aku Sudah Janji Pasti aku Tepati,walau pun ngolor ngolor dikit he he...Sapto
"Aku Percaya kok kak,Sang Gadis menyadarkan tubuhnya ke Dada Sapto. Sapto Pun tak Sadar Mengelus elus Rambut Sang Gadis Yang Hitam Berkilau dan Harum mewangi (gak bau kutu busuk)
Mereka pun Larut Dalam Kerinduan Api asmara Yang membara Bergejolak membuat mereka terdiam tak Terucap Kata Antara Mereka Cuma Ke hangatan Yang Mereka Rasa ...
Tak Lama Kemudian Ibu Sang Gadis Bersalam,Sontak Keduanya Yang Tadinya Se kursi Berdua langsung Berpindah Kursi.Sambil keduanya Menjawab Salam.Ibunya Sang Gadis pun Masuk...
"Ada Tamu Rupanya ,Mar...!Sambil Melirik ke sudut kursi
"Eh Nak Sapto Udah Lama kah...?Tanya Sang Ibu
"Baru Kok bu...sahut Saptu
"Iya Bu baru Dua Jam Wk wk wk Elak Sang Gadis Sambil Tertawa
"Jangan Gitu mar... ,maafin anak ibu nak Sapto Anak ibu suka guyon.
"Gak apa bu Hiburan he he...jawab Sapto
"Ibu Tinggal dulu Ya Nak...Istirahat kata sang ibu
"Oh iya bu maaf ngeganggu waktunya...Sapto
"Nyantai aja nak ...Ibu Sanggadis menyaut Sambil Bergegas Pergi
Selepas ibunya Sang Gadis Pergi meninggalkan Mereka di ruang Tamu, Sapto Mengawali lagi Pembicaraan
"Dik Apa kamu serius terima aku apa adanya...tanya Sapto
"Kakak Kak Lantas kalau Aku meminta kakak berkunjung ke rumah Terus kalau aku buka pintu Saat Kakak bertamu Saat duduk aku temenin apa itu gak serius ...! Jawab Sang Gadis
"Iya Dik Terima kasih ya,sahut Sapto Sambil memegang Tangan Sang Gadis lalu memeluk Tubuhnya kecupan bibir Sapto pun mendarat di kening Sang Gadis.
Sang Gadis pun Merasa nyaman Dengan apa yang di lakukan sapto kepadanya saat itu kedekatan Hubungan mereka pun terlihat semakin raket.
Malam Semakin Dingin Kira kira pukul sebelas malam Akhirnya Sapto pun Pamit Pulang,Sang Gadis Seperti enggan Berpisah saat itu .terus saja memegangi Tangan Sapto. Akhirnya Sapto pun berisik
"Sudah malam sayang apa kata dunia nantinya waktu kita masih panjang Insyaallah minggu depan kita ketemu lagi.
" Oh Iya kakak,makasih ya Ucap Sang Gadis Sambil memeluk erat Tubuh Sapto
Akhirnya Sapto pun Pulang .Sang Gadis Menutup dan Mengunci Pintu Tapi dia tak langsung masuk kamar tidur malah duduk melamun teringat akan indahnya saat saat berduaan.
Sapto pun Sesampainya Di Rumah Dia Buka Baju karena gerah sehabis jalan kaki pulang kunjung Si DOi. Dia Rebahan Di kasurTerlentang Menatap Melihat langit langit kamar Serasa Susah Sekali Pejamkan Mata Yang Ada dalam Ingatannya hanya kepada Yang Pujaan Hati.Malam Semakin Larut Dini Hari pun Berganti Bayangan Sang Gadis pun Muncul Saat Pejamkan mata Serasa ada di hadapan muka Saat buka mata Sang Gadis tertancap dalam ingatan.
Keesokan Harinya Sapto Seperti Biasa Mengerjakan Aktivitas kesehariannya Dari mulai Berbelanja menata Dagangan Menyiapkan Bahan Melayani Pembeli dan lain lain.
Yatno dedi juga TonoTemannya Sapto ada berkunjung ke warung
yatno:To Semalam Kemana Tutup kau punya warung
Sapto:,Buka Bos Sampai Jam Sembilan Malam
Yatno: Nah Itu Dia Aku Ketuk pintu aku liat terkunci maka aku tunggu di muka ah mungkin buang hajat terka ku eh laen dasar muka gila Rupanya asik Kau Kencan di kampung sebelah hingga Gak ingat pulang alah mak kau ini...!
Sapto : Siapa bilang Yat...?
BERSAMBUNG...
Komentar
Posting Komentar