Di Balik Kerasnya Kehidupan

 Bab 3 Belajar Mandiri

Di Usianya yang masih dini Keluar Sekolah SLTP Karena Tak Lanjut Sekolah Ke Jenjang Berikutnya Dia hanya Bantu Pekerjaan Orang Tuanya Di Warung bahkan Sang Ayah Semenjak Sapto berenti Tidak lagi Sekolah Sang Ayah Lebih Santai Mudik pun Hampir 2 Minggu Sekali Pulang Balik Kampung.

Semenjak Sapto Mengurus Warung Sang Ayah pelanggan makin banyak Pembeli Pagi Siang Malam Seperti Tak Pernah Henti Keluar masuk Pembeli saling berganti.Di Sela kesibukannya Ternyata Sapto Sebagai Lelaki menginjak Dewasa mulai Tersirat Rasa kepada Kaum hawa eh dasar ternyata emang ternyata Sapto menyimpan Hati kepada Salah Satu Pelanggan mungkin dia tertarik dengan Budi Pengerti Juga paras Wajahnya Yang Ayu dan Menawan hingga tak heran banyak Sekali pemuda yang menyukai gadis itu termasuk Sapto.

Sekali Waktu Saat Ayah Sapto Pulang Kampung Kira kira pukul Sembilan Malam Si Gadis itu datang Sendiri belanja ke Warung Sapto pun mempersilahkannya juga melayaninya eh tumben tumbenan pengunjung cuma dia si gadis itu biasanya banyak berjajar muda mudi yang sengaja Jajan Sambil minum kopi bersenda gurau.

Saat Sang Gadis duduk dan minum kopi Sapto setengah ragu dan Malu menghampiri Gadis itu

"Tumben sendirian neng ,? Tanya Sapto

"Iya Ka pada Kemana nih biasa Ramai? Tanya Balik gadis itu

"Mungkin lagi pada sibuk kerja kali neng,eh neng boleh nanya satu hal gak?

"Emang Kakak mau tanya Soal Apa ?si gadis

"Kalau gak keberatan boleh tau nama kamu gak?tanya Sapto

"Emang kakak Gak Tau Nama aku,gak kenal maksud kakak

"Bukan gak kenal kalau kenal sih Kenal lah Kalau Nyapa kebetulan ketemu di mana gitu klo tau nama kan enak

"Oh gitu ya boleh kok .Jawab Sang Gadis

Akhirnya Mereka pun berkenalan ngobrol tentang Keluarga Waktu Skolah Juga pengalaman lainnya.

Oh iya pembaca Penasaran yah siapa nama gadis itu?

Gadis itu ternyata Anak Penghulu Di KUA Setempat alias Tukang ngawinin di acara Pernikahan .

Sejak Saat Itu Gadis itu hampir Setiap malam sengaja mampir dan menyempatkan Waktu Untuk ngobrol berdua dengan Sapto

Cie cie ... rupanya Mereka berdua ada perasaan sama Sih Kayaknya

Si Gadis Sudah Betah Bersahabat dengan Sapto Sambil Sekali kali gadis itu berani mencabut kalau Sapto menggodanya.

Well ...mulai asik ni rupanya.

Mendekati Bulan rhomadhon Waktu itu biasa klo Sehari Sebelum saum Suka Ada Acara Represing rekreasi atau lebih di kenal kalau di Kampung tuh MUNGGAHAN.

Oh ya Pembaca yang budiman hampir lupa nama Gadis Itu Mariam.

Si gadis Bertanya Ke Sapto

"Kak Nanti Munggahan ada acara gak?munggahannya mau ke mana?

"Gak ada sih ,emang munggahan itu apa neng?Tanya Sapto

"Ya illeh muka gile munggahan kok gak tau Kakak ni parah,Munggahan itu seminggu atau Sehari Lagi Bulan Shaum itu namanya Munggahan biasanya masyarakat ramai mengunjungi tempat wisata makan makan ,jalan liat Pemandangan Menikmati panorama alam Sekitar.Oh ya kalau Kakak Gak ada acara Mau Gabung Gak aku Sama Temanku Mau Munggahan Ke Curug Bojong Kita bakar ikan,bakar ayam ngaliwet di sana.

"Kalau gak Keberatan Boleh lah aku ikut...,jawab sapto

"Itu Harus Pokoknya kakak mesti ikut Peralatan perlengkapan Aku Nanti Siapkan Semuanya Kakak Tinggal berangkat Saja.

"Ngerepotin nanti gak ikut Sum sum hehe...

"Gak kok gak Ngerepotin pokoknya harus ikut ya ka,ajak Sang Gadis

"Oke Siap.

Akhirnya Mereka Jangjian Dua Hari Sebelum Puasa berencana mengunjungi Wahana Wisata Curug Bojong .

Tiba Waktunya Rencana Berangkat Di Hari itu Rupanya tidak ada izin yang maha kuasa Sejak Pagi Gelap gulita Hujan Pun Turun Deras,Sapto Sengaja Menutup Warungnya Menunggu Sang Gadis menjemputnya .Sang Gadis walau Pun Hujan dengan membawa Payung datang Juga Bersalam Ke Kediaman Sapto,Sapto pun menjawab Salam lalu Mempersilahkan Masuk.

Pas kebetulan Sapto tinggal Sendiri Lantaran Ayahnya Masih Di Kampung,Jadi Si gadis Gak kok kak Coba kalau ada ayahnya Sapto Pasti Si gadis Sudah Kabur Pontang Panting.

"Oh iya kak maaf maaf kata ni gimana kalau Hujan begini jadi berangkat ,kata sang Gadis

"Lain Kali aja besok juga kalau cuaca bagus kan Masih boleh masih Satu hari lagi puasa.

"Besok aja Ya Ka Soalnya Hari ini Batal deh acaranya,Tapi kalau Cuma berdua nanti aku bawa motor bisa?

Boleh boleh ... jawab prabowo,aeh sialan jawab sapto.

Akhirnya Mariam Pun Pamit Pulang Hujan deras Masih Saja belum reda.

"Aku Antar Pulang kamu Ya kasian Hujan...! Sapto

"Kalau gak keberatan boleh ! ,mariam menjawab Sambil Tersenyum.

"Gak kok lagian kan Warung Juga Tutup Skalian mau tau Rumah mu Boleh Kan ?,tanya sapto

Sepertinya Mariam ini Suka akan Sikap Sapto soalnya mau juga di antar lelaki pulang ke rumah ,Soalnya Belum pernah ada Seorang pun Yang Berani antar atau berkunjung ke rumahnya Mungkin karena Segan Sama Orang Tuanya.

Akhirnya Sepayung berdua berjalan menuju Rumah Sang Gadis pertama Keduanya kaya malu malu gitu namun pada akhirnya mereka pun gak terlalu kaku Walau Pun baru Kali ini Keduanya Berjalan Sepayung Berdua dengan Lain Jenis.

Sesampainya di Rumah Sang  Gadis Kebetulan Hujan Pun Telah Reda

"Mari Masuk kak ,tugas gadis itu

"I i i iya neng Lain Kali aja aku mampir

"Ih katanya mau tau Rumah aku...!yo masuk yo

Ibunya Si Gadis pun Keluar dan menyapa Gadis nya

"Kaya ada tamu Sama Siapa Kamu mar

"Oh ini mah Teman Aku ,Aku tadi Kehujanan deras sekali hujannya Dia antar aku

"Suruh masuk dulu ,masuk na minumlah dulu Kata Sang Ibu sambil menengok sapto dengan tersenyum ramah

"Oh iya Bu ,Neng Lain Kali aja Kebetulan Hujan Reda Takutnya Hujan Lagi Soalnya mendung menghitam di langit Masih Tebal ,Saya pamit dulu.jawab Sapto

"Ya Sudah Kalau Begitu hati hati ya nak  !,sambung Ibunya Mariam

"Ya bu Terima kasih

"Hati hati ya kak...!Sahut mariam ,Sapto pun Menoleh tersenyum Sambil mengangukan Kepala

Akhirnya Sapto pun Pulang dengan membawa Sejuta Kenangan Karena Semasa Hidupnya Baru Kali ini Bisa Berjalan Sepayung Berdua dengan gadis Yang Menjadi idaman Hatinya.

Sepulangnya Di Rumah Pun Masih Saja Kepikiran Wajah Ucapan Waktu Jalan segala apa tentang Gadis bernama mariam Tersebut.

Menjelang malam tatkala mau tidur susah sekali pejamkan mata di dalam batin Sapto bergejolak melontarkan Seakan ingin Selalu dekat dengan Gadis itu

Karena Bayangannya Selalu menggoda Senyum juga canda Tawanya membuat hati sapto terpaut ,hingga Semalaman Sapto terjaga dari tidurnya

Bersambung...

Komentar