Di Balik Kerasnya Kehidupan
Bab 2 Putus Sekolah
Selepas Perpisahan Sapto Berharap bisa melanjutkan Sekolah Ke SLTA namun Takdir betkata lain Keinginan Hanya Sebatas Harapan Harapan itu bisa Terwujud atau tidaknya Kembali kepada Sejauh mana kita menentukan pilihan Sejauh mana kita Berusaha dan kembali kepada yang maha Kuasa Yang Senantiasa Menjadikan Sesuatu atas izin dan Kehendaknya
Sebagai mana Yang Terjadi Kepada Sapto kala itu di hadapkan dengan Dilema yang mesti terpecahkan tanpa ada orang Yang Tersakiti
Kala itu Ayah Sapto memberikan Saran yang membuat Sapto merasa terpukul Di saat mendambakan Sesuatu namun apa Yang Di katakan Sang Ayah
"Na Kalau mau Sekolah, Sekolah Saja Tapi Mesti biaya Sendiri karena Bapak tak Sanggup Untuk Biaya Sekolahnya,belum lagi Adik adik kamu yang masih kecil butuh biaya Ayah kan Sudah Tua Kakak Kakak Kamu gak mungkin bisa bantu mereka telah Berkeluarga bisa buat makan biaya hidup anak istrinya pun Bapak Sudah bersyukur.
"Iya pak jawab Sapto
Kalau bukan kamu yang bantu Bapak Siapa lagi,Sekolah cukuplah 9 Tahun sesuai anjuran Pemerintah WAJAR 9TAHUN. Dengan berat hati Saptu harus menerima Keputusan Sang Ayah
Akhirnya Sapto pun memutuskan Untuk tidak Lanjut Sekolah,dan dia pun bersyukur dapat Melanjutkan Sekolah Walau Cuma Sampai Di Tamatan SLTP
Selang beberapa Hari Setelah Perpisahan Seorang Guru Yang Amat Sayang Sama Sapto datanglah berkunjung ke rumah bercerita dengan ayahnya Sapto kebetulan Sapto Sedang Ke luar Bermain Dengan Teman Teman Anak Tetanggaga.
Sang Guru berkata
"Pak Sayang Anak Bapak Prestasinya Sangat Luar biasa nilai paling tinggi Juara Kekas Juara Umum pula cukup di Sayangkan Kalau gak lanjut Sekolah.Ayah Sapto menjawab
"Pak Bukan Masyalah Prestasi cuma biaya yang gak bisa mencukupi belum adik Adiknya yang Masih SD masih Perlu Biaya.
Sampai Akhirnya Si Guru tersebut menawarkan diri
"Maaf maaf ni Pak Kalau Bapak izinkan Saya akan Biayai Hidup juga biaya Sekolah Sapto saya akan angkat anak Bapak menjadi anak angkat Saya Dan tinggal di rumah Saya.Ayah Sapto pun tertekan Sejenak namun belum ada putusan tentang Anaknya Sapto
"Begini saja pak Terima kasih atas segala kebaikan Bapak yang Selama ini bantu Sapto Waktu SLTP, dari mulai pakaian Sepatu perlengkapan Sekolah Bapak kasih Cuma cuma buat anak Saya Sekarang Lagi ingin bantu menyekolahkan Ke SLTA
Nanti saja Saya Tanya Dulu Siap dan Tidaknya untuk Tawaran Kebaikan Bapak Kalau umpama Sudah ada jawaban nanti Saya mampir Ke Rumah Bapak.
Akhirnya Sang Guru pun pamit pulang.
Sementara itu Ayah Sapto lagi duduk termangu memikirkan tentang obrolan tadi,mungkin Satu Sisi dia memikirkan Masa depan Sapto untuk bisa lanjut sekolah tanpa biaya ,Satu Sisi dia butuh Bantuan Tenaga juga pikiran Sapto Karena mmemang usianya yang mulai menua.
Sapto datang Menghampiri ayahnya dan bertanya
"Ada apa pak kok ngelamun
"Bukan melamun tadi Guru kamu Kesini meminta kamu untuk jadi anak angkatnya katanya mau biayai hidup kamu sekolah pokoknya Segalanya asal kamu bersedia Tingal di rumah gurumu.
"Itu sih Terserah Bapak Kalau Seandainya mengizinkan Saya Bersedia,Tapi kalau umpama Tak mengizinkan ya gak apa .Jawab Sapto
"Bukan tak izinkan kamu untuk tinggal di sana coba kamu tengok Bapak ini Sudah Tua Adik adikmu masih Kecil Siapa yang Mau urus Kalau kamu tinggal di rumah orang lain Bapak gak ada Yang Bantu.
Sapto pun berpikir keras Kala itu meninggalkan Bapak demi cita cita meraih impian Sama juga menelantarkan Keluarga.Sementara di Sini putus Sekolah cuma bantu orang tua berdagang.
Akhirnya Sapto memutuskan Untuk tetap Tinggal Bersama Ayahnya dan ia berkata
"Pak saya tetap tinggal bersama Bapak insyaallah umur panjang ada rezeki setahun dua tahun saya akan lanjutkan Sekolah Dengan Biaya Sendiri .
"Ya Sudah Kalau begitu kamu segera hubungi Gurumu kasihan menunggu jawaban darimu besok sore datanglah ke rumahnya baik baik kamu bicara ya nak .Tegas Sang Ayah
Sapto pun mengangguk.
Ke esokan Harinya Sapto meminta izin Sang Ayah untuk menemui Samg Guru ke rumahnya
Tiba di rumah sang Guru sapto bersalam namun tiada jawaban Ternyata yang ada di rumah Cuma ada istri dan anaknya sang Guru.
"Ada apa nak
"Begini bu ,bapaknya ada?Tanya Sapto
ibu pun menjawab
"Oh lagi keluar tunggu aja gak lama kok paling Sebentar lagi pulang
Belum Selesai ibu bercerita tiba tiba Sang Guru pun datang dengan mengendarai Sepeda Motornya .
Assalamualaikum .Sang Guru bersalam
Waalaikumsalam jawab Sapto
Lama kasihan Nunggu ...
Gak kok pak baru saja saya sampai di sini ,gimana kabarnya Bapak Sehat?
Alhamdulillah, jawab Sang Guru kemudian bertanya
Gimana nak udah ada Keputusan?
" Pertama tama saya ucapkan banyak banyak terima kasih atas kebaikan Bapak selama ini .Saat ini pun Bapak masih memikirkan Masa depan saya,namun pak maaf seribu maaf bukan saya menolak Saya Sebenarnya Bersedia atas tawaran Bapak tapi setelah mengingat menimbang Ayah saya Sudah Tua Sementara Adik adik Saya Masih Kecil.Bapak sering sakit sakitan Kalau Tak ada yang bantu di Warung mungkin terlantar ibu dan Adik saya pak.
"Oh Sungguh luar biasa cara berfikir n mu nak Semoga kelak menjadi Orang sukses.Berguna Untuk Nusa Bangsa Dan Agama
"Amin Terima Kasih pak sekali lagi Saya mohon maaf,Semoga Segala Kebaikan Bapak menjadi Nilai Ibadah di pandangan Umur di mudahan Segala Urusan Sehat dan Sukses Selalu
Aamiin Ya Rabb,jawab Sang Guru
Akhirnya Sapto pun Pamit untuk kembali pulang Ke rumah ayahnya,namun baru Saja Berajak mau Keluar
"Tunggu dulu nak ,Pak Guru Sambir Menyodorkan Satu Kantong Pelastik berusia Makanan Juga Perlengkapan Sholat
"Ini nak bawa ya nak Jangan Lupa Sholat ,kerjakan Yang Lima Waktu, Tegas Sang Guru
Sapto pun mengangguk Sambil Berkata
"Insyaallah Semoga Saja Allah SWT Selalu menyertai dan meridhoi apa yang Saya lakukan
Terima kasih Pak Buk Saya Psmit Pulang Dulu
Selamat ya nak mampir jangan malu dan ragu anggap lah orang Tua Sendiri
Ya pak Teima Kasih banyak
Assalamualaikum...
Akhirnya Sapto pun Berajak Pulang
Sesampainya di rumah ia memberikan Pemberian Sang Guru kepada Ayahnya di dalamnya ternyata Ada makanan dan Juga SeperaNgkat alat Sholat.
Terima Kasih Banyak Ya allah( gumam sang Ayah) jangan Lupa Pakaian ini amanahkan semoga pahalanya mengalir kepada Gurumu
"Iya pak Jawab Sapto
Sapto pun hari ke hari fokus menggeluti usaha ayahnya mengelola Warung,Sehingga Warung Sang Ayahnenjadi ramai Pembeli mulai dari tetangga sampai orang Luar daerah pun banyak berdatangan untuk Berbelanja di Warung Ayahnya
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar