DI BALIK KERASNYA KEHIDUPAN

 Bab 1 : Saat Usia Remaja

Sapto Abdul hadi Wijaya Pranata nama Seorang Anak Yang Terlahir Dari Pasangan Surya Sumirat Dan mimin mintarsih Anak Ke 5 Dari Tujuh Bersaudara.Sebut Saja Sapto

Kala Itu Sapto Masih Duduk Di Bangku SLTP Karena Semenjak Keluar SD Dia Di Bawa Sang Ayah Pindah Dari Kampung Halaman Tanah Kelahirannya Demi dapat Melanjutkan Sekolah di Kota di mana Sang Ayah Mencari Rejeki.

Dia Hidup Bersama Sang Ayah Terpisah dari Ibu dan Juga Adik Adiknya demi melanjutkan Sekolah ke jenjang yang lebih Tinggi

Ayah Sapto memang Berwatak Keras kalau bercerita A  maka tak bisa di rubah lagi ,Sapto pun harus patuh Segala putusan Juga aturan Yang Sang Ayah berikan

Tak mudah Kala itu Saat Sapto ingin melanjutkan Sekolahnya dengan Berbagai Persyaratan Dari Sang Ayah

Pertama Sebelum Berangkat Sekolah harus membantu belanja Kebutuhan Warung Dari A Sampai Z Jangan Sampai Ada Yang Terlewat

Kedua Pulang Sekolah Bersedia Menjaga Dan Melayani Pembeli

Ke Tiga Sekolah Tapi Tidak Di Beri Bekal Jajan

Ke Empat Jangan Lupa Yang Lima Waktu

Ke Lima

Ke Lima Sanggup Tutup Dan Buka Jikalau Sang Ayah Sakit Atau Pulang Kampung

Walau Berat Syarat Dari Sang Ayah Sapto Saat Itu Menerima Semuanya Karena Di Benaknya Hanya Sekolah Sekolah Dan Harus Sekolah.Dia pun isi hari harinya denganku kesibukan Pekerjaan di Rmah juga menuntut ilmu di Sekolah

Pada Akhirnya dia bersekolah dan Melaksanakan Aturan Yang Ayahnya Terapkan Dia Anak Yang Oatuh Serta Taat Terhadap Orang Tua Dia Jalani Kerasnya Kehidupan Kala Itu.

Sapto Sosok Anak Yang gigih Sang Pekerja Keras Bangun Langsung Mandi Subuh Sembahyang Beres beres Tempat tidur ,langsung mendata barang Yang sudah Habis membuat nota belanjaan Jam 05.30 dia berangkat ke Pasar Dengan Mengendarai Sepeda dengan Kiri kanan membawa Sadel bag bahan Bambu (gojobong kalau orang Sunda bilang mah)Berbelanja dari mulai Saturan Kelontongan dan lain lain.

Sering kali Sapto Mendapatkan Teguran dari Guru Kepala Sekolah Dan Lainnya Karena Sapto Sering Terlambat Sekolah ,bahkan Setiap Hari Senin ia Selalu Saja mendapatkan Hukuman Harus Berdiri Di BTengah Lapang Di Bawah Tiang Bendera di Terik matahari Menjelang Siang. Sering kali mendapatkan Cemoohan dari Teman Skelasnya bahkan Dari Kelas lain pun Sering mengenyam

MerekaBilang

"Pintar Sih Pintar Tapivkeniasaan buruknya tuh Jadi Sang Penunggu Tiang Bendera wk wk wk ,Tapi Sapto Tak Pernah menghiraukannya dan tak pernah marah biar diejek sekali pun.Memang Luar Biasa Kesabaran anak ini tak pernah melawan atau pun sakit hati

Karena Keseringan dapat hukuman akhirnya

Di Rumah pun dia bercerita tentang kejadian ini kepada ayahnya namun ayahnya menjawab

"Na kalau kau rasa Sekolah itu berat dengan aturan dan hukuman gak sekolah pun gak apa apa,Sekolah kan bukan jaminan setelah lulus sekolah dapat pekerjaan atau penghasilan.

Sapto tak lagi bercerita tentang apa pun suka duanya di sekolah

Di sekolah pun sama dia Saat Di tegur Selaludengan Jawaban Yang Sama Seadanya Sebenarnya Dan Sejujur jujurnya

" Maaf pak bu saya Terlambat Karena Saya tidak bisa Berangkat Sekolah jikalau Pekerjaan Saya belum selesai ,Tiap Pagi itu Sebelum ke Sekolah kewajiban Saya Harus Berbelanja Perlengkapan Warung, jadi Yang Namanya Belanja ke Toko terkadang barang yang di perlukan harus nunggu Tokonya Buka jadi pulang ke rumah udah siang ya tentu telat terus datang ke Sekolah

Sapto adalah anak yang Pintar Kecerdasannya Di atas rata rata anak yang pintarTeman Sekelasnya bahkan di kenaikan Kelas pun Selalu Menjadi Juara Umum.

Berkat Kecerdikannya walau tak Pernah bawa bekal dari rumah dia sering juga Jajan menabung bahkan masih bawa uang jajan sisa dari sekolah.pemirsa heran kan? Dari mana si sapto dapat uang?

Ternyata Sapto ini apabila Ulangan Harian dia memberikan info jawaban ke Temannya dengan syarat harus memberikan sebagian uang jajan mereka dan Temannya pun Sangat setuju bahkan Suka karena jalan Jawab Sendiri nilainya pasti Zonk ,tapi Kakau Jawaban info dari Sapto jarang meleset ya minimal nilai 85 atau 90 jadi yah dari pada di katanya bodo mending ngasih uang jajan ke sapto,hampir sekelas berlangganan Ke sapto Jadi gak kekurangan Uang jajan.

Sampai Satu Ketika karena sekelas nilainya sering Sama gurunya pun heran di panggilan satu persatu untuk mengerjakan Soal sampai pada akhirnya yang bisa jawab ternyata cuma Sapto Seorang Lainnya jawabannya Salah.Sapto di panggil untuk mempertanggung Jawabkan berarti tiap ulangan Jawaban Sapto yang di sebar .

Sang Guru akhirnya memanggil Sapto ke kantor di Hadirin kepala Sekolah juga Guru lainnya Sang Guru bertanya

"kenapa kau berikan ke teman temanmu,kamu rugi kamu yang berpikir yang lain yang memang bodoh pun mendapatkan nilai yang Sama.

Sapto memang Anak yang Jujur dia ceritakan Semuanya dari mulai ke Sekolah tidak di beri uang Jajan dari orang tuanya hingga akhirnya memberikan Jawaban demi uang jajan.Gurunya pun terharu mau larang mungkin kasian Sapto gak di larang teman Sapto ke enakan dengan kebodohannya.

Hingga akhirnya Gurunya pun membiarkan kejadian ini berulang namun melarang sapto untuk memberikan jawaban haya untuk uang dan uas untuk menilai kemampuan anak didiknya.

Kelas 3 waktu menjelang perpisahan Seorang guru datang ke warung Ayahnya Sapto bercerita dan menanyakan Sesuatu tentang Sapto ke ayahnya ayahnya pun menjawab Seadanya Sebenarnya akhirnya Guru tersebut membenarkan alasan sapto Terlambat Sekolah.

Hukuman pun mulai Saat itu tak berlaku lagi buat sapto namun sayang sisa cuma 3 bulan saja lolos dari hukum

Sejak Saat itu Lebih fokus lagi Sapto belajar pundi pundi  rupiah pun dapat ia raih  Dan Kecerdasannya Semakin mumpuni dia dapat merekam kata perkata Penjelasan gurunya saat menerangkan Pelajaran

Sampai sampai gurunya pun memberikan mandat untuk men test mengisi Pelajaran memberikan materi pelajaran KepadaTeman Sekelasnya sungguh luar biasa di luar dugaan  Sapto memang pawai Sekali Layaknya Seorang guru lancar tidak kaku bahkan sesekali bisa menenangkan sesuatu tanpa harus membuka buku.

Bahkan Salah Satu Guru yang sangat amat baik yang Sering kali membantu Sapto memberi pakaian Sepatu Tas juga perlengkapan Sekolah Dia terteguk kagum melihat gaya bicara Sapto yang Semakin  dewasa.

Selain cepat tanggap Sapto ini bisa mengerti bahasan yang Sang Guru  jelaskan.Di materi apa pun cepat Paham.

Apa bila ada pertanyaan seputar Pelajaran bikin itu bahasa daerah bahasa Indonesia,PMP/PPKN,Matematika  Ipa Ips Selalu Saja Dia bisa menjawab dengan Jawaban Yang Benar.

Sekolah Pun Bangga memiliki anak didik sekelas Sapto.

Bersambung...

Komentar