DI BALIK KERAANYA KEHIDUPAN
Bab 5 MENJALIN CINTA
Akhirnya... Dengan Perasaan Malu Karena Pamannya mungkin melihat Jelas Saat Mereka Berpelukan.Sapto pun bergegas Membereskan Tikar yang Mereka Pakai untuk Duduk tadi,Sang Gadis Pun Tertunduk Malu Tak Mau menatap Sang PamanTak Terucap Sepatah Kata Pun Dari Sang Gadis,Sapto Pun Berkata
"Paman Maaf ni Jadi Ngerepotin,dan Jangan Ceritakan ini Ke bapak Aku Mohon...
"Gak apa apa Paman Juga Pernah Muda kok... jawab Sang Paman
Sapto Pun merasa Lega Saat mendengar Ungkapan Pamannya.
Mereka Pun Akhirnya Pergi meninggalkan Suasana Pantai menuju Rumah Sang Paman
Sesampainya Di Rumah Sudah Tertata Nasi liwet Ikan Bakar Ayam Bakar Sambal Juga lalapan Sudah Siap Santap Air Teh Hangat Juga
Tersedia.
"Paman udah Mateng dari Tadi ya...?tanya Sapto
"Bukan dari tadi dari kemarin udah matang hehe... Jawab Sang Paman
"Kenapa Paman Gak makan Duluan Harus nunggu lama Kasihan...
"Gak apa apa enakan Makan Bareng Jadi Lebih Berasa,yo neng mau bareng di sini atau Pakai piring?Tanya Sang Paman
"Udah Makan Bareng Aja gak apa apa biar lebih akrab ,jawab Sang Gadis
Mereka Pun akhirnya Menyantap Hidangan Yang Tersedia.
"Terima kasih Paman Pasakan Paman Luar biasa Lezat sekali Paman...Sahut Sang Gadia
"Paman ku Dulu Waktu Masih Mudanya Seorang Koki jangankan Pasakan Sunda ,Korea Jepang Beliu Terbiasa Memasak ...tukas Sapto.
"Ah Nak Sapto ini bisa aja
"Aku juga mohon Maaf paman ketemu Saja Baru Kali ini udah ngerepotin Paman Di Sini,Sahut Sang Gadis
"Gak Apa apa Kapan Kapan Jangan Kapok Singgahlah ke sini ke gubuk Paman Dengan Sanak Saudara keluarga ya neng...? Sambut Sang Paman
Maryam pun merasa Senang Pamannya Sapto Dapat Menerimanya dengan tidak menganggap Orang lain Kepadanya dan Berkata
I"Iya Paman Terima Kasih Banyak atas Semuanya...
Oh ya Paman kalau Ke Atas Gunung Sebelah Sana ada juga banyak Pengunjung emang ada Tempat apa disana?
"Itu di atas dulu sempat di Pakai Lapang untuk menerbangkan Layang Gantole namun sekarang Tidak Lagi Mungkin gak Keurus Soalnya bukan pemda yang kelola karena milik Perorangan .Paman
"Oh Begitu Ya...,makasih paman penjelasannya
"eh Kak gimana mau lanjut ke Pantai Lagi atau Mau Pulang? Tanya Sang Gadis
"Kamu Capek ya...?Tanya Sapto
"Enggak Sih Aku Nasih Betah Berlama Lama Di Pantai Sini
"Pastinya itu kan Karena ada aku kan he he he...Coba kalau Sendirian Pasti udah Cabut Dari Tadi... ungkap Sapto
"Idih Kepedean ...
Akhirnya Mereka pun Jalan Kembali Ke Pantai ,Sepanjang jalan mereka asik bersenda gurau Kadang Berpegangan Tangan Sesekali Tangan Sang Gadis melingkar di pinggang Sapto.
Perasaan Mereka Bahagia tak Terhingga Serasa Dunia ini milik mereka Berdua.
Langit Mulai Meredup matahari mulai Pudar tanda Hari mulai Sore akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang.Tak lama Setelah Sampai Di Rumah Pamannya mereka bergegas membereskan Tas Serta perlengkapan yang di bawa Sang Gadis lalu mereka pun Pamit Pulang Kepada Sang Paman.
Sapto pun mengemudikan Sepeda Motornya Sementara Mariam duduk di belakang Saptob Sambil memeluk erat pinggang Sapto seperti tak mau berpisah ,Beda Sekali dengan pas berangkat dia duduk ada antara .
Sapto Pun Langsung Mengantarnya Langsung Ke Rumah Sang Gadis.
Sesampainya di rumah Sang Gadis Sapto mampir Singgah dulu melepas penat seharian berjalan .Dia duduk Bersebelahan dengan Sang Gadis di rumah mewah Kediaman Sang Gadis Sembari di Suguhi Kopi Juga Cemilan berkenalan Dengan Keluarga Sang Gadis di Situ Ada Ibunya,pamannya dan Dua orang kakaknya dan Satu Kakak Iparnya
Tak Lama Kemudian Sapto Pamit Pulang Karena Hari Mulai Gelap Sebentar lagi Adzan Magrib
Ibunya Sang Gadis Berkata
"Pakai aja Motornya nak di sini juga jarang di Pakai...
"Iya Bu Terima kasih banyak cuma dekat kok
Sapto Pulang Berjalan Kaki menuju Warung Kediamannya.
Sesampainya Di Rumah Sapto langsung Pergi mandi Sambil nyanyi nyanyi bahagia Sekali Rupanya Sapto Saat Itu.
Malam mulai larut Sapto tidur Pulas Saat Itu,pagi Berganti Sapto pun Seperti Biasa Berbelanja ke Pasar Lalu menata dagangannya Bikin Gorengan Segala Yang Biasa Di Jajakan Setiap Harinya belum Lagi menyiapkan Bahan Buat Para Pedagang Sang Ayah yang Tinggal di Belakang Warung Dan Mereka Semua Masih Keluarga besar dari kampung Yang Di Rekrut Di berikan modal Oleh Sang Ayah Waktu Itu
Di Waktu Sore Hari Mampirlah Sang Gadis Biasa nongkrong sambil minum Es Teh Kesukaannya, di Depan Temannya Sapto Seperti Biasanya melayani Semuanya Termasuk Mariam yang Sekarang Tekah Menjadi Pacarnya ,karena dia ingat pesannya Waktu itu makanya bicara Pun Seperlunya.menjelang mendekati Adzan Magrib Warung Mulai Agak Sepi Teman Sapto Sudah Pada Pulang ,Sang Gadis Masuk Ke Dalam menghampiri dan duduk di Sampingku
"Katanya Harus Pura pura Supaya mereka gak tau Hubungan Kita... Sapto buka pembicaraan
"Gak apa kok Mereka Tau Juga,kamu tau Gak ada Perasaan sakit Waktu tadi Aku duduk sendiri,kamu malah asik ngobrol dengan teman temanmu,aku gak bisa jauh dari mu kak
Ela dalah Rupanya Sang Gadis Telah mabuk kepayang Hingga Lupa Pernyataannya Saat itu. Dia yang bikin pernyataan dia Sendiri Yang merasa keberatan
Kalau Buat Sapto is oke dia gak Terbebani dengan Hubungannya karena Sapto orangnya Cuek mau Sembunyi sembunyi, mau terang terangan juga gak masyalah.
Hari Sudah Petang mendekati waktu Adzan maghrib mau buka puasa di rumah. Sang Gadis Pamit Pulang dan Berpesan
"Kak Aku Pamit Pulang Dulu ya Jangan Lupa malam minggu datang Ke rumahku ya kak
Sebelum beranjak Pergi Sapto memegang dua Lengan Sang Gadis Lalu mencium keningnya sembari berkata
"Hati hati Ya dik ,insyaallah kalau gak ada halangan pasti aku datang.tandas Sapto
"Terima Kasih Ya kak
Lantas Sang Gadis pun Pulang Ke rumahnya
Keesokan harinya Ayah Sapto Datang Dari Kampung Sapto pun menyambutn dan menyapanya
"Bagaimana Kabarnya Bapak ibu Juga Adik adik di sana sehat?
"Alhamdulillah semuanya baik baik saja cuma Bapak yang kurang Sehat,kesini Juga maksain butuh uang untuk berobat jalan nak
"BukanTempo Hari belum satu minggu kayaknya aku uedah kirim kan pak keu Ibu,jawab sapto
"Ada sih nak cuman Bapak Was was takutnya uang yang ada gak bisa mencukupi biaya hidup sehari hari kalau di Pakai Betobat Jalan Bapak.
"Oh gitu ya pak ini ada uang Simpanan mah cuman baru Sedikit Soalnya waktu munggahan Warung Tutup dua Hari
Saya main Sama Teman ke Lembah Putri.
"Ketemu Paman Wahid gak...?tanya Sang Ayah
"Aku mampir kerumahnya Alhamdulillah Paman Sehat.
"Kalau umpama Ada dirasa Cukup Bapak besok Juga Pulang lagi ke kampung.
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar